Top Ad unit 728 × 90

www.maniakqq.com

Anak 11 Tahun Bunuh Diri Setelah Diduga Prank SOSMED

Anak 11 Tahun Bunuh Diri Setelah Diduga Prank SOSMED
Tysen Benz, bunuh diri diduga lelucon di Sosial Media

Anak 11 Tahun Bunuh Diri Setelah Diduga Prank SOSMED


DEWA POKER - Anak 11 Tahun Mengakhiri Dirinya Sendiri Setelah Dituding Menjadi Lelucon di Sosmed Dan Anak Lainnya Didakwa.

Polisi mengatakan tuduhan kriminal telah diajukan terhadap remaja di Michigan setelah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun mengakhiri hidupnya sendiri disertai dengan laporan dari ibunya bahwa itu adalah lelucon sosial media.

Pihak berwenang di Marquette, Michigan, mengkonfirmasikan bahwa tuduhan penyalahgunaan layanan telekomunikasi dan menggunakan komputer untuk melakukan tindak kejahatan telah diajukan kepada remaja uang tidak berindentitas setelah seorang anak laki-laki ditemukan tidak bereaksi dari percobaan bunuh diri pada Maret 2014.

Polisi Marquette menolak untuk mengidentifikasi remaja yang terlibat dan hanya mengatakan bahwa bocah yang meninggal itu terlibat dalam komunikasi dengan remaja yang lain di sosial media sebelum kejadian tersebut.

Bagaimanapun, Katrina Goss mengatakan ke PEOPLE( nama situs) itu adalah anak laki-lakinya, Tysen Benz. Yang mencoba mengakhiri hidupnya sendiri pada Maret meskipun dia tidak meninggal sampai minggu ini.

Goss mengklaim bahwa tuduhan telah diajukan kepada seorang gadis yang dikenal Tysen, yang memalsukan kabar tindak bunuh dirinya sendiri di sosial media sebagai sebuah lelucon dan demikian memicu anak laki-lakinya sendiri dengan usaha yang berhasil.

Goss mengatakan bahwa remaja yang dituduh merupakan pacar Tysen.
( PEOPLE mencoba pada hari Kamis untuk menghubungi gadis yang dilaporkan oleh Gloss telah di dakwa tapi belum berhasil )

Ibu Tysen berkata remaja yang dituduh dengan sengaja memalsukan kabar bunuh dirinya dengan berbagai macam situs sosial media dan juga dengan sengaja menggunakan akun sosial media milik temannya untuk menyebarkan berita bunuh dirinya.

Satu jam setelah leluconnya, Tysen menggantung dirinya sendiri, lapor Ibunya. Goss mengatakan dia menemukan anaknya pada tanggal 14 Maret dan tim darurat berhasil menyadarkannya. Mesin membuat Tysen tetap hidup untuk beberapa minggu setelah usahanya untuk bunuh diri, akan tetapi dia meninggal di Rumah Sakit di Ann Arbor, Michigan , pada hari Selasa.

"Kita harus merelakannya," kata Goss, " Dia mengalami kerusakan otak dan pada dokter mengatakan bahwa dia tidak akan pernah sembuh, bahkan sebenarnya itu bukan dirinya lagi. Aku berada di samping tempat tidurnya selama tiga minggu. Kami benar-benar hancur dan kami tidak akan pernah bisa melupakannya.

"Dia sangat luar biasa, seorang atlet yang sangat luar biasa yang sangat lucu dan memiliki selera humor yang sangat bagus. Dia sangat berjiwa sosial, seluruh komunitas merasa sangat kesal."

Goss menduga bahwa anakanya ada menghubungi pacarnya, mengekspresikan pemikirannya tentang bunuh diri akan tetapi pacarnya tetap melakukan tipu muslihat.

"Dia tidak melakukan apapun untuk menghubungi saya ataupun pihak berwenang," Goss berkata ke PEOPLE. " Saya sejujurnya tidak tahu apa tujuan dibalik semua lelucon ini. Saya bahan tidak tahu bagaimana ini bisa menjadi sebuah kelucuan. terutama kalau dia benar-benar sayang kepada Tysen. Saya tidak yakin bagaimana ini bisa menjadi lelucon. Dia mungkin memiliki masalah kejiwaan untuk melakukan hal seperti itu dan bahkan masih membiarkan lelucon itu berjalan meski anak saya telah berkata kepadanya bahwa dia akan bunuh diri."

Goss mengatakan Tysen akan dimakamkan minggu depan pada hari Selasa diikuti dengan jadwal pelayanan. Dia mengatakan bahwa dia mencoba untuk menjaga segala hal bersama untuk anak laki-lakinya yang lain, yang berusia 10 dan 14 tahun.

Untuk gadis yang dia katakan bertanggung jawab ,Goss mengatakan "dia cukup pintar untuk mengetahui yang benar dari yang salah."

Goss mengatakan itu berbulan-bulan, dia mencoba mencari ayah dari perempuan itu dan bibinya sesekali, dan meminta agar dia menghentikan semua komunikasi dengan anaknya. Tapi mereka menghiraukannya.

"Dia masih berumur 11 tahun dan anak kecil tidak perlu khawatir dengan barang seperti itu," Kata Goss. " Anak-anak ini bahkan tidak memikirkan bahwa apa yang mereka lakukan secara online ini adalah nyata. Mereka tidak memahami besarnya kata-kata mereka dan bagaimana tindakan mereka dapat berdampak pada orang lain. Orang tua perlu memantau aktifitas oline anak-anak mereka jadi kejadian seperti ini tidak akan terjadi.



Anak 11 Tahun Bunuh Diri Setelah Diduga Prank SOSMED Reviewed by OngOng on April 06, 2017 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Maniak QQ © 2014 - 2015
Powered by Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
maniakqq