Top Ad unit 728 × 90

www.maniakqq.com

Meninggal Karena Flu Biasa

Meninggal Karena Flu Biasa
Shannon Zwanziger

Bagaimana Anak Perempuan Saya Meninggal Karena Flu Yang Biasa Saja.


DEWA POKER - Ini adalah hari ke 836. Saya menangis tak terhitung berapa kali hari ini. Sekarang anda dapat berpikir, saya bisa melewati hari tanpa menangis, tapi tidak dengan rasa bersalahku.

Shannon hanya mengeluh itu hanya sakit tenggorokan. Demamnya tidak terlalu dikhawatirkan.

Saya menghabiskan lagi waktu pagiku untuk mencari informasi mengenai flu di Google. Ilmu rumit mengenai virus yang bermutasi membuat saya terbelalak. Jika saya tidak paham tentang inin bagaimana saya dapat menjelaskan pentingnya untuk menghentikan flu kepada orang lain ?

Setelah lebih dari dua tahun, Suami sama,Terry dan saya tidak pernah mengucapkan kata "Mati". Kami berkata "dia telah ke surga". Kami berkata "dia telah pergi". Meskipun saya pernah sesekali berkata "dia telah meninggal", terkadang kami tidak dapat berkata bahwa "Shannon telah mati".

Tidak ada mimpi tentang Shannon semalam, Saya sangat ingin bertemu denganmu lagi. Jika saya dapat berbicara kepadanya untuk terakhir kali. Saya ingin berkata betapa menyesalnya saya. Apakah dai tahu ? Dapatkah dia melihat dari surga ? Perasaan saya telah tercampur aduk dengan bagaimana segala sesuatu berjalan disana, saya hanya tahu mereka melakukannya - Bandar Ceme

Melalui beberapa buku, saya menemukan salah satu bookmark hasil karya tangannya ketika dia masih kecil.

Saya mendapatkan kartu dari pusat sumbangan. Mereka akan melakukan pengambilan barang sumbangan untuk "pakaian layak pakai." Saya belum sanggup untuk melakukannya.

Ada banyak pakaian yang sering dia pakai, baju kenaikan kelasnya untuk tahun depan, yang baru saja akan dia pakai. Jadi yah pakaiannya layak pakai. Hampir tidak pernah terpakai.

Flu Moms

DEWA POKER - Hari ke-837 mulai berubah menjadi hari yang buruk. Ini adalah hari dimana saya harus mengunjungi situs Facebook dan berbicara kepada ibu-ibu lainnya di situs pribadi kami yang bernama 'Flu Moms'.
Terakhir kali saya online, saya melihat ada sepasang nama baru. Sudah jelas masih ada anak yang meninggal. Saya berterima kasih kepada Tuhan akan adanya group untuk para ibu ini.

Kita dapat curhat dan menyemangati tergantung mood kita, tempat aman untuk bercerita tentang apa yang kita rasakan dan bagaimana kita bekerja sama.

Beberapa ibu telah mengembangkan untuk menghormati mereka yang masih kecil.

Mereka menanam bunga-bunga kota dan mengatur acara berlari 5000 untuk mengembangkan uang bagi yang terlantar. Tuhan memberkati usaha mereka.

Biarkan Demamnya Sembuh Sendiri

Bandar Ceme - Flu musiman membunuh anak yang sehat,aktif dan berharga tiap tahunnya.

Shannon berangkat ke sekolah pada hari Rabu, pulang seperti biasanya, tapi berkata temannya menularkan flu kepadanya.

Saya mengantar dia ke kamarnya dan mulai melakukan hal yang biasanya orang tua lakukan terhadap anaknya yang sakit.

Saya memberikan dia minuman, saus apel dan sup. Dia mengeluh sakit tenggorokan, maka ayahnya membawa pulang penyemprot tenggorokan, Tylenol, pelega tenggorokan, dan sebuah hadiah kecil. Dia mengalami demam, tapi tidak terlalu tinggi untuk membawanya ke klinik.

Seminggu setelah itu, saya berpikir seharusnya dia sudah merasa baikan, jadi saya berpikir apakah dia mencuri kesempatan tidak masuk sekolah dan menunggu.

Saya pergi ke kamarnya dan matanya masih tertutup. Saya tidak bisa berkata bahwa dia sedang berpura-pura atau tidak. Saya mengambil ponselnya dan menyelipkannya di cucian bersih dan menaruhnya di meja rias agar dia mengambilnya. Lain waktunya saya masuk, dia sudah mengambil ponselnya kembali, jadi saya tau bahwa dia baik-baik saja.

Pada hari minggu, dia masih kelihatan lemas. Dia ssedang chatting dan menonton TV, tapi dia tidak dapat makan dengan baik dan kelihatan lesu. Jadi saya menyuruh ayahnya membawanya ke dokter, dengan sebuah laporan tentang suhu badannya, asupan cairan dan bahkan status Oksigennya.

Saya tidak ikut dengan mereka karena saya ingin membersihkan kamarnya dan mengganti sepreinya. Semua baik dan sejuk untuknya, kamu tahu ? - DEWAPOKER

Terry mengirimkan foto Shannon yang sedang duduk di kursi roda dengan mengenakan masker, menyenderkan kepalanya di bahu ayahnya. Itu adalah foto terakhir Shannon yang kami punya.

Meninggal Karena Flu Biasa
Shannon dan ayahnya, Terry

Ketika mereka kembali ke rumah. dia berjalan masuk lewat pintu belakang dan berkata kunjungan ke dokter hanya membuang-buang waktu.

Dokter hanya berkata itu adalah flu dan biarkan dia sembuh sendiri. Dokter tidak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan dengan Shannon, karena di ruang tunggu masih banyak pasien yang kelihatannya mengalami flu juga. Sekolah Menegah ke atas Shannon juga memiliki 150 anak yang tidak masuk sekolah karena flu.

34 jam kemudian, Shannon turun ke bawah. Ketika dia masuk ke kamar mandi, dia membuka tirai shower, jadi saya membantunya masuk ke bak mandi. Saat itu saya berkeringat ketakutan. Saya belum pernah membantunya mandi sejak dia kecil. Ada sesuatu yang tidak beres.

Ketika dia menyenderkan punggungnya ke bak dan saya melihat matanya, saya tahu dia sedang sekarat. Saya mengangkatnya. Saya duduk di toilet bersama dengan Shannon yang duduk di pangkuanku dan dia meninggal.

Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya saat itu.

Ahli perawat kesehatan dari Ambulan EMT ke Mayo Klinik Perkasa tidak bisa mengembalikannya kepadaku. Flu itu menghancurkan organ-organnya. Dia bahkan tidak tahu itu.

Jika

Shannon memilih untuk tidak divasksin. Saya berharap dia mendapatkannya. Jika saya memaksanya untuk vaksin flu, maka saya tidak akan pernah menyesal dengan kata 'Jika'.

Bagaimana jika vaksin memberikannya kontrol lebih terhadap invasi? Itulah yang seharusnya vaksin lakukan. Meskipun kamu tetap bisa mengalami flu walau sudah pernah di vaksin flu, itu dapat mengurangi resiko terhadapt penyakit yang serius dan komplikasi.

Tolong serius dengan flu.

Jagalah orang-orang rumah yang kalian cintai bahkan pikirkanlah mereka juga bisa sakit. Atau setidaknya hidup dengan memikirkan ada teman sekelas yang meninggal di sebabkan oleh anak kalian yang menularkannya di kelas.

Bicara terus terang mengenai flu. Buatlah orang di sekitarmu menyadari bahwa flu itu mematikan.
Bicara kepada atasan kalian. Perusahaan harus lebih mengerti tentang membiarkan flu tersebar di sekita tempat kerja atau biarkan mereka pulang istirahat.

Pemerintah harus mendengarkan kita. Mereka harus jelas, jujur dan untuk yang akan datang mengenai keseriusan.

Kita perlu ilmuwan untuk mendapatkan vaksin flu, Ada upaya penelitian tentang hal ini.
Bukannya menerka di musim semi tentang apa yang harus di masukan kedalam vaksin, Mereka membutuhkan vaksin yang menggigit langsung ke intinya.

Tolong ambil tindakan. Jika kita tidak melakukan apapun, maka kita semua harus disalahkan, dan percayalah kepadaku, rasa bersalah akan mengubah hidupmu.

Saya hanya seorang ibu biasa dari anak yang biasa. Dan dunia tidak akan pernah melihat Shannon akan menjadi apa.


Meninggal Karena Flu Biasa Reviewed by OngOng on April 02, 2017 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Maniak QQ © 2014 - 2015
Powered by Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
maniakqq