Top Ad unit 728 × 90

www.maniakqq.com

Bodoh Soal Ke-Agamaan, Timbul-lah Terorisme

Bodoh Soal Ke-Agamaan, Timbul-lah Terorisme

Bodoh Soal Ke-Agamaan, Timbul-lah Terorisme
Khalid bin Abdul Aziz Pidato Mengenai Definisi Terorisme, Istana Negara, Indonesia, Jakarta

Bandar Ceme - Khalid bin Abdul Aziz, Pangeran Kerajaan Arab Saudi berbicara mengenai terorisme. Ada beberapa klasifikasi terorisme yang ditulisnya dalam bukunya. Yang berisi tentang keamanan intelektual, yang dia tulis pada 1430 H atau tahun 2009.

Diliput oleh team Maniakqq, Kamis (4/5) saat beliau berada di Istana Negara di hadapan presiden Joko Widodo, Khladi mengatakan "Saya menulis tentang golongan-golongan teroris secara jelasnya dan bagaimana kita bisa menghadapi pemikiran dan keadaan mereka itu."

Terdapat defini yang sangat jelas di dalam buku tersebut yang di tulis oleh Khalid sendiri, tentang orang ekstrim dengan pemikiran ekstrim juga. Cara-cara menghalau pemikiran mereka, bagaimana para teroris itu mengancam pemikiran untuk keamanan intelektual dan keamanan nasional.

Dia juga mengatakan bahwa orang yang rela bunuh diri dengan meledakkan diri mereka sendiri dan menjadi eksekutor dalam suatu gerakan yang menyesatkan merupakan teroris.

Faktanya ada 6 partisipan mengenai teroris.
1. Intelektual Teroris
2. Planner Teroris
3. Pemberi Dana
4. Provokator Teroris
5. Loyalis dan Pendukung Teroris
6. Eksekutor Teroris

Semua teroris melakukan kesalahan kriminal serta asasinasi dengan peralatan dan didukung oleh kelima elemen yang disebutkan tadi, lanjutnya. "Di zaman modern ini, pemikiran terorisme dijadikan sebuah industri untuk melakukan kemaslahatan dan kepentingan mereka sendiri, imbuhnya.

Seorang ilmuwan mengatakan bahwa penyebab ekstrimis dan terorisme adakag kebodohan dan tidak cukupnya pengetahuan mengenai agama.

Seorang intelektual menulis adanya segitia yang mengerikan yaitu segitiga kebodohan dan kemiskinan dan penyakit. Inilah yang menjadi rintangan bagi rakyat kita, tetapi menjadi sebuah landasan besar bagi yang menyebarkan terorisme dan ekstrimisme, kata Khalid.

Ini menjadi tantangan bagi masyarakat dan ormas di negara kita mengenai cara membasi pemikiran esktrimis para teroris.

"Kebodohan tentang agama dan menyebarnya budaya keagamaan yang fundamentalis juga akan mengakibatkan suatu pemikiran yang membimbing ke ekstrimisme dan akan menjadi suatu sarang utama bagi berdirinya suatu terorisme dan perusak di permukaan bumi, baik secara intelektual, maupun akal manusia," katanya.

Tidak hanya itu, orang-orang yang tidak paham mengenai agama menjadi incaran para terorisme, bahkan umat Musmilimin sendiri juga tidak banyak yang memahami Islam. Orang seperti inilah yang mencerminkan citra Islam sebagai teroris.

Khalid mengatakan, ulama-ulama mengatakan bahwa dalam memerintah dan melarang harus dengan ilmu yang arif dan dengan akhlak dan keluwesan.

Rasulullah SAW mengatakan aku diutus bukanlah sebagai fundamentalis. "Aku diutus sebagai guru yang luwes, guru yang memberikan kabar gembira," ucapnya tiga kali.

Ia mengatakan bahwa dirinya sering membahas soal terorisme. Ceramah agama seperti itu sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi karena merupakan masalah yang mengancam keharmonisan nasional dengan segala ancaman dan konsekuensi yang harus dihadapi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi ini datang ke Indonesia untuk mencari generasi muda harapan bangsa, yang mengoreksi tentang pemahaman yang menyimpang tentang Islam.

"Pemuda yang menguasai ilmu pengetahuan secara utuh. Pemuda yang bisa memberi percontohan akidah secara baik. Mereka adalah pelopor dalam bebudi pekerti dan berakhlak. Mereka menyebarkan kebuidayaan yang bermanfaat, melaksanakan ibadahnya dengan baikm dan berinteraksi secara baik dengan masyarakat," katanya.



 
Bodoh Soal Ke-Agamaan, Timbul-lah Terorisme Reviewed by OngOng on May 04, 2017 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Maniak QQ © 2014 - 2015
Powered by Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
maniakqq